Menu
/

www.MomsInstitute.com - OPERASI CAESAR, PENGANTAR DARI A SAMPAI Z  (Ulasan Populer tentang Operasi Caesar dan Solusi dari Problema Kontemporer di Masyarakat)

Bedah Caesar adalah sebuah bentuk melahirkan anak dengan melakukan sebuah irisan pembedahan yang menembus abdomen seorang ibu (laparotomi) dan uterus (hiskotomi) untuk mengeluarkan satu bayi atau lebih. Cara ini biasanya dilakukan ketika kelahiran melalui vagina akan mengarah pada komplikasi-komplikasi media, kendati cara ini semakin umum sebagai pengganti kelahiran normal.  Namun dalam perjalananya tidak hanya di situ saja mewacanakan 'operasi caesar', khususnya perempuan,  banyak aspek yang bisa dikaji lebih dalam tentang itu, karena itulah buku ini dihadirkan.


Buku ini menggali lebih dalam tentang Operasi Caesar. Salah satunya sebagai komplementer atau pelengkap dalam hal menyajikan sejumlah artikel yang berkaitan dengan judul terkait. Sejumlah artikel di dalam buku ini disusun untuk menjawab sebagian pertanyaan tentang paparan opini populer tentang fakta, dilema, problema, dan solusi tentang Operasi Caesar. Oleh karena itu, buku ini jelas  bermanfaat sekali bila dimiliki oleh Anda. Di dalamnya memuat penjelasan menarik dengan mengikut sertakan solusi ringkas dalam menggali permasalahan yang lebih kompleks tentang “Operasi Caesar”.

DAFTAR ISI

BAB 1
CAESAR, SEBUAH PENDAHULUAN
(1) BEDAH CAESAR
(2) PILIHAN UNTUK PERSALINAN DAN PENGGUNAAN BEDAH CAESAR
(3) UNTUNG RUGI PERSALINAN CAESAR
(4) KELAHIRAN MELALUI VAGINA SETELAH CAESAR (Vaginal birth after caesarean - VBAC)
(5) OPERASI CAESAR, AMANKAH?
(6) MEMAHAMI TINDAKAN C-SECTION

BAB 2
CAESAR, PENGAMATAN MEDIS SEDERHANA, DAN CONTOH KASUS
(7) OPERASI CAESAR KARENA KEADAAN SUNGSANG VS KELAHIRAN NORMAL
(8) 16 PERTANDA GANGGUAN KEHAMILAN
(9) MELAHIRKAN BAYI SUNGSANG HARUS SELALU DIOPERASI?
(10) PERTANYAAN-PERTANYAAN YANG KERAP DITANYAKAN
(11) WANITA YANG OBESITAS LEBIH MEMBUTUHKAN OPERASI CAESAR
(12) SAAT DIBUTUHKAN OPERASI CAESAR, VAKUM ATAU FORSEP
(13) PLUS MINUS BIUS EPIDURAL

BAB 3 ....

(4) KELAHIRAN MELALUI VAGINA SETELAH CAESAR (Vaginal birth after caesarean - VBAC)

Kelahiran melalui vagina setalah caesar kini tidak lagi asing. Praktik medis sampai akhir 1970-an adalah “sekali caesar, selalu caesar”, tapi gerakan pembela konsumen yang mendukung VBAC mengubah praktik medis itu, laju VBAC di tahun 80-an dan awal 90-an membumbung tinggi, tapi belakangan ini laju VBAC telah anjlok secara dramatis dikarenakan adanya pembatasan secara medis dan hukum.

Di masa lalu, bedah caesar menerapkan pengiriman vertikal yang memotong serat-serat otot rahim. Bedah caesar modern biasanya meliputi pengirisan horizontal sepanjang serat-serat otot. Oleh karennya rahim akan lebih baik dalam mempertahakan keutuhannya dan dapat menanggung kontraksi kuta dari kelahiran bayi di masa mendatang. Secara komestik, luka dari bedah caesar adalah di bawah “garis bikini”.

Para ahli kandungan dan para penyaji rawatan yang lain berbeda dalam hal keuntungan-keuntungan relatif dari kelahiran melalui vagina dan caesar setalah kelahiran dengan bedah caesar. Beberapa masih menganjurkan caesar secara rutin, lainnnya tidak. Namun ada yang memilih mengikuti keinginan dari sang ibu hamil.

Dua puluh tahun riset kesehatan terhadap VBAC, menghasilkan dukungan terhadap pilihan wanita untuk melakukan kelahiran melalui vagina setelah caesar. Karena konsekuensi-konsekuensi dari bedah caesar adalah meliputi peluang yang lebih tinggi untuk perawatan rumah sakit setelah melakukan, kemandulan, dan pecahnya rahim pada kelahiran yang berikut, maka pencegahan terhadap bedah caesar yang pertama teteap menjadi prioritas. Bagi para wanita yang pernah melakukan bedah caesar, atau lebih sebelumnya, maka sebagai satu alternatif dari pengoperasi rongga perut yang besar, VBAC tetap satu pilihan yang lebih aman.

Sejarah
Pembedahan caesar yang berhasil telah dilakukan oleh para dukun asli di Kahura Uganda. Seperti yang diamati oleh R. W. Felkin di tahun 1879.
Kendati masih banyak orang percaya bahwa caesar sendiri dilahirkan melalui bedah caesar, tapi ini bukan inti masalahnya. Bedah caesar pada zaman Romawi kuno pertama kali dilakukan untuk mengeluarkan bayi dari seorang ibu yang telah meninggal pada saat melahirkan. Ibu caesar, Aurelia, dapat hidup sepanjang anak lelakinya, sehingga mengenyahkan kemungkinan bahwa “sang diktator” tersebut adalah seorang bayi hasil bedah caesar. 

Santo dari Catalogna, Raymodn Nonnatus (1204-1240), mendapatkan namanya, khususnya nama belakangnya dari kata latin nonnatus yang artinya (tidak lahir) karena dia dilahirkan melalui bedah caesar. Ibunya meninggal ketika sedang melahirkannya.
Tahun 1316 calon raja Robert II dari Skotlandia dilahirkan melalui bedah caesar, ibunya, Marjorie Bruce, meninggal. Ini mungkin yang menjadi ilham bagi tokoh Macduff di dalam drama Shakespeare's, Macbeth.



“OPERASI CAESAR”
Apa itu “operasi caesar”? Mengapa harus “operasi caesar”? Adakah prasyarat yang diperlukan? Kondisi-kondisi apa saja yang mengharuskan seorang ibu hamil mengambil keputusan untuk melahirkan melalui operasi caesar? Perlukah tindakan itu? 
Jika ya, mengapa? Jika tidak, adakah alternatif lain bagi para ibu hamil untuk melahirkan buah hati tanpa melalui operasi caesar, kendati ia memiliki kondisi-kondisi yang membuatnya mendapatkan saran untuk menjalani operasi caesar? 
Lalu, apa keuntungan dan kerugian jika melakukan atau tidak melakukan operasi caesar? Benarkah bayi yang lahir melalui operasi caesar memiliki resiko gangguan paru-paru lebih tinggi dibandingkan dengan bayi yang lahir normal? Berapa kali seorang ibu boleh melakukan operasi caesar? Dapatkah seorang ibu hamil melahirkan bayi secara normal setelah sebelumnya pernah melakukan operasi Caesar?

Buku ini akan menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut sekaligus pula membahas isu-isu penting seputar tindakan operasi caesar yang perlu diketahui oleh siapa saja yang peduli pada keselamatan dan kesejahteraan ibu dan bayi.



Bagi yang ingin memesan buku bisa langsung pesan ke nomor 0812-1400-7545 atau langsung klik di PenerbitMJB

Salam Inspirasi




Powered by Blogger.