Menu
/

www.momsinstitute.com - Mengenal  jenis-jenis buku anak. Buku anak itu sangat banyak sekali dan variatif. Bisa dikategorikan berdasarkan usia serta tujuan buku itu dibuat. Ada yang untuk menambah edukasi anak, atau menstimulasi kreativitas anak. Buku anak selalu berkembang dari masa ke masa, namun selalu punya tempat di hati anak-anak yang sejak dini orangtua mereka telah mengenalkan buku sebagai sumber ilmu dan wawasan.


Hal pertama di Langkah-langkah menulis buku tentu menentukan buku jenis apa yang akan anda tulis. Ada banyak jenis buku yang dapat anda tulis. Berikut beberapa jenis-jenis buku:

> Novel
  Novel merupakan karya fiksi berupa cerita yang saling berkaitan dalam buku tersebut. Panjangnya lebih panjang dari 40.000 kata.
   Novel sendiri dibagi-bagi lagi dalam beberapa genre. Silakan baca macam-macam genre Novel.

> Komik
  Komik adalah suatu buku yang berisi gambar-gambar tidak bergerak yang diisi dialog atau kata-kata di dalamnya untuk menceritakan cerita yang dimaksud. 

> Antologi (kumpulan)
  Buku antologi terdiri dari kumpulan-kumpulan tulisan yang tidak berkaitan. Namun masih satu jenis tulisan dan biasanya juga satu tema. 

  Antologi biasanya berupa kumpulan cerpen, kumpulan puisi, kumpulan esai, dan lain sebagainya. Dari masing-masing jenis tersebut dibagi lagi menjadi beberapa jenis.

> Biografi
  Biografi merupakan buku yang berisi kisah hidup seseorang. Biasanya biografi dibuat oleh orang-orang populer atau orang yang berpengaruh.

> Dongeng
  Dongeng merupakan buku yang berisi kisah fiktif yang berasal dari khayalan dan imajinasi. Biasanya dongeng adalah sesuatu yang mustahil dalam dunia nyata.

> Novelet
  Novelet merupakan cerita yang terlalu pendek untuk disebut Novel, namun juga terlalu panjang untuk disebut Cerpen. Biansanya berkisar antara 40-50 halaman.

> Catatan hairan (jurnal/diary)
  Catatan harian adalah buku yang dibuat dari catatan harian atau jurnal atau diary yang ditulis.

> Karya ilmiah
  Karya ilmiah adalah buku yang berupa laporan dari suatu penelitian atau percobaan dan sebagainya.

> Kamus
  Kamus adalah buku acuan untuk mengalihkan dari bahasa yang satu ke bahasa yang lainnya. Atau untuk memberikan penjelasan dari kata-kata dalam suatu bahasa.

> Panduan
  Panduan adalah buku yang berisi panduan atau tata cara mengenai hal-hal tertentu.



[2] Jenis-Jenis Buku Anak 


Buku bergambar merupakan jenis buku yang sangat dibutuhkan untuk menanamkan kecintaan atas aktivitas membaca sejak kecil. Sebetulnya ada apa saja ragamnya? Mari kita simak.

1. Baby Books 


Baby Books (Buku untuk Bayi). Buku seperti ini dirancang agar simpel, menggunakan warna yang mencolok, dan menggunakan bahan yang tahan lama (kain, karton tebal, kayu dan sejenisnya). Detail pembuatan buku-buku seperti ini cukup penting, seperti penggunaan material yang tidak berbahaya, ujung yang bulat/tidak tajam, dapat dicuci, dan tidak ada komponen yang mudah terlepas. Kontennya harus mengakomodasi dialog antara bayi dan pengasuhnya.

2. Interactive Books 


Interactive Books (Buku Interaktif). Buku jenis ini ditujukan untuk menstimulasi anak secara verbal dan memancing partisipasi anak saat dibaca, seperti pertanyaan, perintah untuk mengulang sebuah kalimat, menirukan suara, menggerakkan objek, atau bahkan meminta anak untuk menyentuh permukaan buku.

Wordless Books (Buku Minim Kata). Buku-buku ini disajikan dengan urutan ilustrasi untuk menampilkan cerita. Buku ini tidak, atau sedikit sekali, menampilkan tulisan; dan ditujukan terutama untuk usia anak sebelum dapat membaca, yaitu 4-6 tahun. Anak-anak dapat menggunakan untuk mengembangkan kemampuan berbahasa verbal dan bercerita, memahami bagaimana membolak-balik buku dari awal hingga akhir sesuai urutan cerita, dan yang paling penting memahami bahwa mereka bisa menginterpretasikan cerita, bukan hanya yang diceritakan, tetapi tergantung pada mereka sendiri.

3. Movable Books


Movable Books. Secara umum, buku yang memiliki ilustrasi tiga dimensi (seperti popup books), dapat digerakkan, diubah, ditarik, dan bentuk-bentuk lain akan sangat menarik bagi kebanyakan anak-anak usia muda. Pengerjaannya sangat memakan waktu, namun akan menarik antusiasme anak-anak (dan bahkan orang dewasa( untuk menyukai aktivitas membaca.

4. Concept Books


Concept Books. Cukup banyak orang Indonesia yang menganggap bahwa buku hanya digunakan sebagai sumber ilmu, sehingga buku-buku anak yang bertujuan agar anak dapat membaca dan berhitung menjadi sangat populer, bahkan bagi anak-anak usia dini/taman kanak-kanak. Buku alfabet tersedia untuk mengajarkan huruf-huruf kepada anak, baik secara langsung maupun dengan berbagai trik kreatif seperti permainan kata sambil mengajarkan kosa kata baru bagi anak, cara pengucapan dengan suara/musik, dll.

5. Picture Story Books


Picture Storybooks. Buku cerita bergambar sangat digemari oleh anak. Di usia awal membaca, yaitu usia 5-7 tahun, buku-buku jenis ini akan membantu anak untuk memahami cerita dan membaca kata yang sulit baginya. Pengasuh dapat membaca nyaring (read aloud) sehingga kata-kata sulit dapat ditangkap oleh anak. Porsi teks biasanya tidak terlalu banyak dibandingkan dengan gambarnya. Saat anak beranjak dewasa, seharusnya picture storybooks tidak lagi ditampilkan untuk anak. Anak perlu diberikan tantangan membaca yang lebih, dan tidak lagi tergantung pada gambar untuk memahami makna cerita.

6. Graphic Novels (Komik)


Graphic Novels (Komik). Tak pelak lagi, komik merupakan jenis buku yang populer di tanah air. Tiap percakapan biasanya ditunjukkan dengan dengan kotak percakapan, dengan teks yang menceritakan ilustrasi yang ditampilkan. Komik dapat menarik perhatian anak dengan ekspresi kejenakaannya dan membantu anak untuk membayangkan detail dari sebuah cerita. Perlu diwaspadai bahwa industri komik bukan hanya ditujukan bagi anak-anak; pengelola taman baca perlu melihat isi sebuah komik sebelum mengkategorikannya sebagai buku anak.


7. Traditional Books


Transitional Books. Jenis buku ini adalah buku transisi untuk anak-anak yang baru belajar membaca namun belum lancar. Buku ini tidak bisa disebut sebagai buku bergambar, namun juga belum seperti buku novel penuh tak bergambar. Ilustrasi akan tampil sesekali, terutama untuk membantu pemahaman di daerah-daerah yang sulit. Buku-buku seperti ini biasanya dirancang secara teliti untuk menyeimbangkan antara cerita yang berkualitas dan mulai kompleks, kesulitan membaca, dan gambar seperti apa yang sebaiknya ditampilkan tanpa merusak imajinasi anak.



Buku bergambar yang berkualitas saat ini semakin banyak dan beragam. Namun, pengelola taman baca perlu jeli untuk melihat buku yang tepat sesuai dengan perkembangan anak.

Selain itu, meski buku bergambar adalah buku yang sangat bermanfaat untuk mengantarkan anak-anak usia mula untuk mudah dan senang membaca, hasil temuan 1001buku menunjukkan cukup banyak anak-anak di taman baca yang lebih besar masih belum terbiasa dan tidak percaya diri untuk membaca buku-buku yang tidak lagi bergambar. Pengelola taman baca sebaiknya memiliki program untuk menstimulasi kemampuan dan kepercayaan diri anak usia yang lebih tinggi untuk membaca buku-buku yang lebih kompleks, sedikit demi sedikit membuat anak dapat berimajinasi atas buku yang dibacanya tanpa bantuan ilustrasi, dan memiliki konsentrasi baca yang lebih panjang atas teks non ilustratif. Sumber: Lynch-Brown & Tomlinson, “Essentials of Children Literature”, 2008.


[3] Jenis Buku Bayi 


1. Convertible book (buku yang bisa berubah bentuk)




Buku ini bisa berubah jadi playmat, atau alas main panjang dengan gambar aliran jalur perairan. Jadi jika anak punya mainan kapal-kapalan, ia bisa memainkannya di atas playmat ini seperti main mobil-mobilan.

Selain itu, buku ini juga bisa dibentuk menjadi kapal-kapalan. Dengan 4 titik perekat, ia sangat praktis untuk dibongkar pasang. Si kecil bisa berlayar kapan saja!

Buku ini bisa didapatkan di Little Brownfox.

2. Busy book




Busy book model ini tersedia dengan berbagai macam tema dari film animasi favorit anak. Salahsatunya The Good Dinosaur ini.

Dengan buku ini, Parents bisa membacakan cerita sambil memainkan karakter-karakternya bersama anak di atas playmat yang disediakan. Seru ya! Cari buku ini di Samuelia Edutoysbooks.

3. Noisy book (buku suara-suara)




Anak balita umumnya sedang suka-sukanya meniru suara hewan. Sampai kadang para orangtua kelabakan menirukan suara binatang ketika anak bertanya. Nah daripada bingung, buku ini menyediakan 60 jenis suara hewan yang berbunyi ketika disentuh sesuai gambarnya.

Hewan-hewan tersebut dikategorikan dalam 4 kelompok; hewan ternak, peliharaan, binatang hutan, serta hewan laut, yang dijelaskan dengan ilustrasi menarik di tiap halaman bukunya. Untuk lebih jelasnya bisa dilihat dalam video di sini: Noisy Animal Sound Book.

Cari noisy book dengan tema lainnya? Coba ke Baby Library.

4. Buku piano




Pengin anak bisa main musik, Parents? Buku ini menawarkan cara mudah mengajarkan anak konsep bermain piano.

Tangga nada dan tuts piano di buku ini digambarkan dengan warna tertentu, sehingga anak bisa dengan mudah memainkan lagunya. Tersedia 6 pilihan lagu yang sudah familiar di telinga anak untuk mereka pelajari, seperti Twinkle-twinkle dan Wheels on the Bus.

Selain itu, ada 3 lagu yang bisa diputar dengan menekan tombol di tengah piano. Penasaran? Yuk pesan di HappyKids Bookstore, dan dapatkan diskon 10% dengan menyebutkan ‘theAsianparentID’.

5. Pop-up book




Buku jenis ini tentunya sudah jadi buku favorit anak segala usia. Siapa yang tidak suka dikejutkan dengan gambar dan ilustrasi yang tiba-tiba muncul ketika halaman-halamannya dibuka?

Lewat buku pop-up Garden ini Parents bisa membacakan cerita, bermain tebak-tebakan, berhitung, serta mengenal ragam benda dan binatang kepada anak tanpa membuatnya cepat bosan.

Dapatkan berbagai macam pop-up book seru lainnya di Cloud & Books.


Ada juga pembagian lain tentang buku anak terbagi menjadi 3 :



1. Picture Book


Picture book adalah buku cerita yang teksnya masih sedikit. Setiap halamannya hanya berisikan 1-2 kalimat. Dalam buku ini, biasanya ada hubungan langsung antara teks dengan gambar. Orang tua bisa terus menggunakan buku jenis ini dari mulai anak yang belum bisa membaca hingga anak bisa membaca sendiri.



2. Longer Picture Book


Longer picture book adalah buku cerita yang teksnya sudah lebih banyak per halaman. Ceritanya pun lebih panjang dan terdiri dari 2-5 kalimat. Buku jenis ini bisa mulai diperkenalkan kepada anak yang sudah mandiri untuk membaca sendiri. Selain itu, longer picture book juga bisa melatih si kecil untuk memahami maksud cerita dari berbagai kalimat singkat yang tertera pada bagian dalam buku.



3. Illustrated Book 


Illustrated book adalah buku cerita yang teksnya sudah banyak, ceritanya mulai panjang dan agak kompleks tetapi masih terdapat ilustrasi di halaman-halaman bukunya. Buku jenis ini cocok untuk anak yang berusia di atas 6 tahun, terutama ketika si kecil mulai belajar membaca namun masih bosan untuk membaca dalam durasi waktu yang cukup panjang.


Menulis buku anak susah atau mudah?


Setiap menulis pasti punya tantangan tersendiri. Pun halnya dengan menuliskan buku anak. Jangan anggap sepela, "Ah cuma nulis untuk anak-anak mah, mudah. Tinggal asal-asal saja bikin cerita." Nah, ini saja sudah dianggap hal yang mudah padahal ada seninya juga menulis untuk anak-anak. Tidak sembarang ambil tema cerita karena harus disesuaikan dengan usianya, pemilan kata atau diksi pun harus dimengerti anak-anak kalau ada yang memang sulit maka bikin keterangan bimbingan orangtua. Agar pesan cerita sampai oleh pembaca anak-anak.


Tip menulis buku anak yaitu :


1. Gunakan kalimat pendek

Baik genre tulisan anak berupa fiksi maupun non fiksi, gunakanlah kalimat yang pendek. Agar konsentrasi mereka sempurna dan mereka nggak bingung serta memahami jalan cerita. 5-8 kata per satu kalimat.


2. Gunakan pilihan diksi yang mudah dimengerti

Catatan banget nih. Kita orang dewasa ini terlalu banyak memakai kata-kata yang njlimet dan membingungkan, ini yang bikin anak-anak pusing. Gunakan bahasa dan kata yang mudah dimengerti. Caranya? Banyak gaul sama anak kecil kali ya. Mencoba menyelami cara berpikir mereka yang lugu dan sederhana itu.

 3. Selipkan Pesan Moral

Cerita anak yang baik harus menyelipkan ajaran tentang kebaikan dan ada unsur mendidik di dalamnya. Setidaknya ada ilmu baru atau pesan moral yang bisa diambil sang anak seusai membaca cerita supaya terbentuk karakter positif di diri si anak. Sesederhana apapun, pesan moral harus selalu terselip.


4. Jika menulis buku pelajaran, sumber buku harus jelas

Ternyata nggak hanya buku untuk dewasa ya, ketika menulis buku anak pun referensi yang kita pakai harus jelas. Apalagi untuk genre non fiksi, jangan sampai kita memberikan ilmu atau pengetahuan yang nggak jelas sumbernya.


5. Mencintai dunia anak

Ini mah pasti. Gimana mungkin mau bikin cerita anak tapi nggak ngerti dunia anak atau bahkan nggak tahan sama anak-anak?


Selain itu buatlah alur cerita yang menarik. Karena daya imajinasi anak sangat tinggi. Cerita yang monoton pun akan membuat anak mudah jenuh.


Sumber Referensi :

[1] : Klik di sini
[2] : Klik di sini 
[3] : Klik di sini



Salam Inspirasi

Powered by Blogger.