Menu
/

www.MomsInstitute.com - Siapa yang ingin jadi pengusaha? Seperti sahabat nabi yang menjadi pengusaha sukses nan darmawan, Abdurrahman bin Auf. Nah, bagaimana ya jika penulis cilik menuliskan kisah menjadi pengusaha cilik. Menarik sekali buku ini untuk menjadi buku rekomendasi anak-anak dan bacaan yang edukatif. 


KECIL-KECIL BELAJAR BISNIS - Pengusaha Cilik


Daftar Isi
1. San Francisco
2. Kecil-Kecil Belajar Bisnis
3. Youtuber Is My Dream
4. Ciko si Kucing Kampung
5. Belajar Jualan
6. Mainanku 
7. Vika Si Penjual kebab
8. SQUISHY PEWUJUD MIMPI
9. Rujak Es Krim Ayu

San Francisco

Alifya Mazaya Putri Marabessy


Di sudut kota Jakarta tepatnya di Kota Bekasi, tinggallah seorang anak bernama Maudy. Maudy adalah seorang anak yang sederhana. Menurut orang-orang yang tinggal di daerahnya, Maudy hanya tinggal bersama ibunya. Ayah Maudy telah tiada beberapa tahun yang lalu. Untuk mencukupi kehidupan sehari harinya, Maudy dan ibunya memiliki usaha kue. Menurut pengkuan tetangga-tetangganya, kue Maudy dan sang ibu sangat enak.
Pagi ini rintik hujan membasahi kota Bekasi, alhasil Maudy datang ke sekolah dengan baju basahnya. Ternyata tidak hanya Maudy yang kebasahan, temannya, Audrey, juga kebasahan. Audrey adalah teman dekat Maudy yang sangat baik dan cantik.

 Tidak hanya di rumah, di sekolah pun Maudy membawa kue jualannya nan enak itu. Ia menitipkannya di kantin sekolahnya itu . 

Teman Maudy lainnya bernama Ayna, Ayna adalah seorang anak keturunan Belanda. Maudy jadi lebih minder karena Ayna. Ayna sering memarahi Maudy. 
Tidak terasa bel istirahat pun berbunyi. Seperti biasa, Ayna mem-bully Maudy. 
“Eh, anak miskin! Awas aku mau duduk!” kata Ayna dengan nada kasar.
“Ayna, kan yang duduk di sini Maudy duluan, kamu tiba-tiba datang marah-marah suruh Maudy duduk di tempat lain. Maudy nggak ada salah apa-apa sama kamu, kamu malah marah-marah ga jelas,” kata Audrey membela Maudy. 
“Ya terserah aku, kan aku orang kaya, emangnya kamu anak orang miskin,” Spontan tangan Audrey melaju kencang ke muka Ayna.
Mitha adalah teman baik Ayna yang selalu ada di sampingnya. Karena Ayna merintih kesakitan, Mitha membantunya menjalani hari-harinya di rumah sakit. Ternyata Audrey menampar Ayna dengan sangat kencang, dan saat itu pipi Ayna sedang sakit. Menurut pemeriksaan dokter, pipinya memar tapi tidak memar parah hanya memar biasa. Audrey sangat merasa bersalah. Untung saja keluarga Ayna menerima permintaan maaf dari Audrey.
***
Sabtu pagi ini seperti biasa Maudy dan perempuan paruh baya yang tidak lain adalah ibunya terlihat sedang membuat adonan kue untuk dijual di pasar nanti siang. Sabtu ini Maudy membuat kue cookies yang paling di nanti-nanti semua pembeli tetap toko My Cookie buatan Maudy dan sang ibu. 
Siang pun tiba, Maudy sudah selesai membuat kue cookie. Maudy mengantar kue cookie lezat itu ke pasar dekat rumahnya yaitu Pasar Kranji. Di sana sangat ramai pembeli dan penjualnya pun ramah-ramah. 
Saat Maudy datang seorang pembeli menyapa. “Mba Maudy, itu kue cookie yang mau dijual di Toko My Cookie kan, ya?” tanyanya dengan muka berbinar-binar. 
“Iya, Mba ...” Maudy menjawab sambil tersenyum manis.
Penjaga toko My Cookie adalah tetangga Maudy, namanya Mba Ira. Mba Ira adalah seorang ibu rumah tangga. Mba Ira mempunyai 2 orang anak. Kedua anaknya itu bernama Shanty dan Revan. Keduanya sangatlah ramah. Shanty masih berumur 8 tahun, sedangkan Revan sudah berumur12 tahun sama seperti Maudy. 
Sesaat kue Cookie lezat itu terjual laris tanpa sisa.
“Mba Maudy, besok mau jual kue apa, Mba?” tanya Mba Ira yang sedang membereskan toko kue itu.
“Sepertinya kue tart, kata mama sih gitu Mba,“ kata Maudy.
“Oooh ya sudah, Mba pulang dulu, ya! Mba Maudy tidak pulang?” tanya Mba Ira dengan ramah.
“Nanti aja, Mba. Mba kalau mau pulang duluan tidak apa-apa,” jawabnya dengan senyuman.
“Baiklah kalau begitu, mba pulang duluan, ya ...” kata Mba Ira sambil berjalan menuju pintu keluar pasar.
“Hati-hati di jalan, Mba, “ kata Maudy dengan nada setengah berteriak.
“Iya!” jawab Mba Ira juga setengah berteriak. 
Tempat tinggal Maudy dan Mba Ira sangat berdekatan , yaitu di Inkopol daerah Kranji. 
***

KECIL-KECIL BELAJAR BISNIS
Adrina Salma



Bangun pagi
Pukul lima pagi Nadia bangun tidur mengambil air wudu dan salat subuh. Selesai salat subuh Nadia bersiap-siap untuk berangkat ke sekolah.
 Nadia itu adalah gadis cantik, baik, pintar dan hobinya memasak. Setiap pagi selalu bersemangat menyiapkan segala keperluan sekolah mulai dari baju seragam sekolah berserta jilbabnya, juga kaos kaki dan sepatunya. Sesudah memakai seragam Nadia sarapan pagi dengan nasi goreng. 
”Bunda, ayah mana?” tanya Nadia.
“Udah berangkat kerja Kak,” jawab Bunda. 
“Oh terus ade kemana, Bun ?” tanya Nadia.
“Ada di kamar tolong bangunkan ya Kak,” ucap Bunda.
“ Oke, Bun,“ ucap Nadia.
Nadia pun ke kamar adiknya, Cantika namanya. Dia adalah adik yang baik tapi sedikit manja, sekarang sudah menginjak kelas dua.
“Cantika ayo bangun sudah jam setengah enam,” ucap Nadia sambil membangunkan Cantika
“Iya Kak aku bangun,” ucap Cantika sambil mengucek-ngucek matanya.
“Kakak tunggu di ruang tamu ya, jangan lupa salat subuh.” 
“Iya Kak,” ucap Cantika.
Cantika bersiap-siap untuk berangkat ke sekolah lalu Nadia dan Cantika berpamitan pada bunda. 
“Bun, Nadia dan Cantika berangkat sekolah ya nanti pulang sekolah Nadia bantuin jualan kue ya, Bun,” ucap Nadia.
“Iya, Nak hati hati di jalan.”
“Assalamualaikum, Bun,” ucap Nadia dan Cantika.
“Wa'alaikumsalam,” jawab bunda. 
Nadia dan Cantika berangkat sekolah dengan bersepeda. Sesampainya di sekolah Nadia dan Cantika berpencar karena beda kelas. Nadia kelas lima sedangkan Cantika kelas dua.
Saat Nadia masuk kelas bel masuk pun berbunyi “Kring… kring…” lalu Nadia dan teman-teman di sekolah duduk rapi dan murojaah. Selesai murojaah, Bu Linda, guru wali kelas masuk. 
“Assalamualaikum, anak-anak,” ucap Bu Linda.
“Waalaikumsalam, Bu,” jawab murid-murid dengan kompak.
***
Tugas sekolah
“Oke anak-anak keluarkan buku Matematika, kita akan melanjutkan materinya,” ucap bu Linda
“Siap Bu,” ucap anak-anak.
 Selesai pelajaran Matematika bel istirahat pun berbunyi.  Jam menunjukkan setengah sepuluh. Serentak murid-murid berhamburan ke luar kelas, maklum jam istirahat memang yang selalu dinanti.
  Ketika Nadia sedang asyik duduk-duduk di depan kelas, ada seseorang menghampiri, yaitu Putri. Putri pun mengajak Nadia beristirahat di kantin sekolah.
“Nad ke kantin sehat, yuk!” ajak Putri. 
“Oke aku ambil uang jajan dulu, ya.”
“Yuk, kita berangkat!” ucap Nadia. 
“Yuk,” ucap Putri.
Setelah itu mereka berangkatlah ke kantin sehat. Di kantin banyak dijual makanan ringan, minuman, maupun makanan berat. Di sana Nadia membeli roti dan susu cokelat.
“Eh Nad, nanti aku ke tokomu ya,” ucap Putri.
“Oke, pasti kamu disuruh bundamu ya,” tebak Nadia
“Kok kamu tahu, kamu mata-matain aku ya,” tanya Putri. 
“Enggak kan aku nebak hehehe,” ucap Nadia.
“Pantesan,” ucap Putri.
Saat mereka selesai makan mereka langsung kembali ke kelas karena bel masuk akan berbunyi. Lalu mereka langsung duduk dan bel masuk pun berbunyi. 
Masuklah Pak Jamal, beliau guru Bahasa Indonesia. Anak-anak ditugaskan untuk membuat puisi, tugas boleh dikerjakan berkelompok, boleh sendiri. Saat itu Nadia memilih kerjakan sendiri. Selesai pelajaran Bahasa Indonesia, dilanjutkan pelajaran TIK (Komputer) murid-murid diminta ke ruang komputer, sambil membawa buku tulis.
Setelah selesai pelajaran semuanya salat zuhur dan membaca Alquran. 
Selanjutnya istirahat  yang kedua. Nadia dan Putri diam di kelas saja karena masih kenyang, mereka hanya  membaca buku. Istirahat pun usai bel masuk berbunyi, lalu masuklah Bu Linda.
“Assalamualaikum, anak-anak,” ucap Bu Linda. 
“Wa'alaikumsalam Bu,”ucap anak-anak.
“Anak-anak, ibu akan memberikan tugas untuk dikerjakan di rumah.”



Youtuber Is My Dream
Dzakiyah Afifatunnisa Muthohhar



Suara alarm Bella berbunyi yang bertanda ia harus siap-siap pergi ke sekolah. Bella terbangun dengan muka yang masih mengantuk. 
“BELAAAA! Ayo cepat mandi, nanti kamu terlambat lhoo,” ucap Bunda sembari memasak omelette.
“Iya Bun, hoaahmm,” jawab  Bella. 
7 menit kemudian....
“Bella... makan dulu sarapannya!!!” teriak bunda. 
“Iya Bun,  tapi, Ayah dimana Bun?” tanya  Bella. 
“Ayah sudah  berangkat kerja, katanya sih ada rapat kerja,” jawab bunda. 
“Oooh,” ucap Bella. 
Beberapa menit kemudian....
“Bun, Bella pamit dulu ya Bun. Oh iya, titip salam ya sama Berry (kucing Bella).  Assalamu’alaikum,” ucap Bella sembari mencium tangan bundanya. 
“Iya Nak, Wa'alaikumusalam, hati-hati di jalan,” jawab bunda. 
Bella pun berangkat dengan menaiki sepedanya yang berwarna biru. 
***
Ketika sampai di sekolah....
“Bella..!!” teriak salah satu temannya yang bernama Michelle.
 Bella pun menoleh. 
“Oh, hai Michelle! Michelle, kamu kok keliatan lebih ceria daripada hari sebelumnya?” tanya Bella. 
“Iya nih, sebenarnya aku keliatan lebih ceria karena sebentar lagi sekolah ini akan mengadakan lomba,” jawab Michelle dengan riang. 
“Ooh, tanggal berapa? Oh iya, kamu tahu dari mana kalau sekolah ini akan mengadakan lomba?” tanya Bella. 
“Aku lihat beritanya di mading  depan  kelas kita, kalau tanggalnya aku lupa. Lebih baik kamu cek aja di mading,” jawab  Michelle sembari menarik tangan Bella. 
“I..i..iya Michelle, tapi aku taruh sepeda dulu,” jawab Bella. 
Setelah itu, Bella pun menghampiri mading yang berada  tepat di depan kelas Bella dan Michelle.
Pengumuman
LOMBA MENYAMBUT HARI KEMERDEKAAN
Lomba ini akan dilaksanakan  pada tanggal 19 agustus 2019
Lomba yang dipilih adalah:
-lomba menulis
-lomba membuat komik
-lomba membuat  video
-lomba menyanyi
-lomba drama
-lomba pidato Bahasa Inggris
-lomba Sains
-lomba Matematika.
Kami akan memberikan formulir untuk mengisi lomba yang ingin diikutsertakan.
Silakan berlatih di rumah.
Bagi yang mengikuti lomba membuat video harap membawa video itu pada tanggal 19 Agustus, tema dan durasi bebas. Kami memperbolehkan video itu diedit. 


Ciko Si Kucing Kampung
Annisa Racheliana


Ciko adalah seekor kucing jantan. Bulunya sangat lebat berwarna keemasan, badannya besar dan gagah.
Ciko adalah kucing yang sangat baik dan penurut. Hobinya tidur beralaskan tanah di bawah pohon pepaya di halaman rumahku.
Ciko tidak suka memangsa tikus. Dia lebih suka sosis dan ikan tongkol. Kadang-kadang tulang ikan pun dia mau. Ciko sangat suka air susu. Tetapi di saat tidak ada susu, air putih pun dia mau. Kadang ibuku memberinya air santan.
Ciko adalah kucing kampung yang lucu. Dia senang bermain-main. Tapi sangat susah dimandikan. Pertama kali datang ke rumahku, Ciko masuk ke dapur dan mencuri ikan yang sedang dimasak ibuku. Perbuatannya membuat ibuku kesal. Lantas, ibu memarahinya tanpa melukainya. Walau kesal ibu memarahinya sambil memberinya makanan. Sejak hari itu Ciko tidak lagi mencuri melainkan menunggu ibu memberinya makanan.
Sebenarnya ibu tidak menyukai kucing, karena ibu alergi terhadap bulu kucing. Sedangkan ayahku sangat menyukai kucing. Akan tetapi ibu tetap mengizinkan Ciko tinggal di teras rumah saja. Menurut ibu, bagaimanapun juga Ciko adalah hewan yang harus disayangi.
Terkadang Ciko masuk ke dalam rumah di saat ibu lengah. Setelah ibu menyadari ada Ciko di dalam rumah, giliran aku yang dipanggil.





Belajar Jualan
Hifza Imanina


Hari itu, Bu guru mengumumkan kalau besok akan ada pelajaran Bahasa Inggris. Namun, pelajaran Bahasa Inggrisnya seru karena besok akan belajar jualan. Aku senang sekali. Aku tidak sabar untuk segera pagi lagi.
***
Pagi harinya aku dan teman-teman semangat sekali. Karena hari ini akan belajar jualan. Aku dan temanku menjual makanan dan minuman. Jualannya di dalam kelas. Karena yang jualan hanya anak kelas tiga. Pembelinya juga anak kelas tiga dan bapak ibu guru.  Jadi kami punya tugas sebagai penjual dan pembeli. Namanya belajar jualan, jadi uangnya pakai uang bohongan. Bu guru bilang kalau makanannya boleh untuk kita karena bu guru yang menyediakan makananannya. Namun kita semua harus memakai Bahasa Inggris.
Kami semua menjual banyak makanan dan minuman. Ada sushi, sosis, martabak, susu, es jelly, puding, dan banyak lainnya. Ada yang jadi pembeli, mereka beli pakai uang bohongan dan kami penjualnya mengembalikan dengan uang bohongan juga.



Judul : Mainanku
Nama : Al Fatih


Fufu punya mobil mainan yang banyak.  Fufu punya tank, pesawat, motor-motoran, bus, dinosaurus, dan lainnya. Fufu sering mengajak temannya ke rumah sambil bermain bersama-sama. Fufu di kenal baik hati. Mobilannya di bawa pulang oleh teman-temannya. 
Lama-lama mainan Fufu habis. Fufu menjadi sedih. 
“Huhuhuhu, mama mainan Fufu habis!” Fufu menangis keras sekali
Mama yang sedang memasak di dapur terkejut. Mama melihat wajah Fufu sedih sekali.
“Kenapa bisa habis mainannya Fufu?” Mama bertanya 
“Mainan Fufu habis karena dibawa oleh teman-teman.” Fufu semakin sedih
Satu persatu mainan Fufu di bawa oleh teman-teman Fufu. Tidak ada mainan Fufu yang dikembalikan. Teman-teman Fufu tidak ada yang datang lagi. Fufu di rumah tidak ada mainan lagi. Fufu minta mama pembelikan mainan lagi. Mama tidak mau membelikan mainan untuk Fufu. 



Judul : Vika si penjual kebab
Oleh  : Farah Noor Khairunnisa


Vika adalah seorang gadis kecil yang tinggal di perumahan Cibinong. Dia adalah anak dari seorang dokter yang cukup terkenal di Cibinong. Vika adalah anak yang cantik, dan kulitnya putih. Vika terkenal sebagai anak yang berprestasi di sekolahnya. Ia sangat rajin mengerjakan tugas hingga belajar. Vika selalu mendapat penghargaan setiap tahun sebagai anak yang berprestasi.
Hari ini vika kembali menjalani hari-harinya sebagai anak sekolah. Vika langsung bersiap-siap untuk mandi.  Setelah mandi, vika langsung kebawah untuk sarapan. “Selamat pagi ayah dan bunda,” sahut Vika. “Selamat pagi Vika sayang,” jawab bunda. Lalu Vika mengambil sarapannya dan langsung menyantapnya. Setelah sarapan ia langsung bergegas dan berangkat bersama ayahnya. 
Sesampai di sekolah, Vika bertemu Mela sahabat dekatnya. “Vikaaa!!! Untung kamu udah datang, aku tungguin loh dari tadi,” komentar Mela. “Hehehe maaf mel, tadi rada macet,” jawab Vika.  “KRIIING…KRIIING” bel masuk berbunyi. Kemudian pak guru datang dan mereka memulai belajar. Tidak terasa bel istirahat berbunyi. “Mel, ayo ke kantin,” ujar Vika. Sesampainya di kantin, Vika dan Mela langsung membeli bakso Bu Yani kesukaan mereka. “Bu Yaniii, biasa dongg,” rayu Mela. “Mmm… tapi ini langsung dibayar kan mel, ga ada ngutang lagi?” ujar Bu Yani dengan bercanda. “Hehehe… sekali lagi dongg buu,” rayu Mela. “Mmm… yaudah deh, tapi ingat besok dibayar yaa” sahut Bu Yani. “Siaap buu,” jawab Mela. “Oh ya Vika mau pesan apa?” Tanya Bu Yani. “Aku yang biasa juga bu,” jawab Vika. “Oke kalian duduk saja, nanti ibu antarkan,” sahut Bu Yani.
Mereka pun mencari tempat duduk. 5 menit kemudian bakso yang mereka pesan sudah datang. “Eh Vik, kamu kan suka banget kebab. Kenapa kamu ga buka usaha kebab aja?” Tanya Mela. “Mmm… boleh juga ide kamu. Yaudah nanti pulang aku minta ayahku untuk mengantarkan membeli perlengkapannya,” jawab Vika sambil menyantap baksonya. “KRIING…KRINGG” bel masuk berbunyi. Dan mereka kembali belajar lagi. “Idenya Mela tadi bagus juga, Mmm… semoga ayah mau mengantarkan ku membeli perlengkapannya,” Ujar Vika dalam hati. Berjalannya waktu, bel pulang pun berbunyi. Murid-murid pun siap bergegas untuk pulang. Ada yang dijemput orang tuanya, ada yang pulang sendiri, ada yang pulang bersama, dan ada yang menunggu dijemput, seperti Vika. “Mmmm… ayah kebiasaan nih jemputnya lama,” komentar Vika dalam hati. “Vikaa… aku cariin kamu dari tadi, eh belum pulang?” Tanya Mela.
“Belum lah, orang masih ada disini,” jawab Vika.
“Ehehe iya, yaudah main dulu yuk!” ajak Mela.
“Oke.” jawab Vika.
Lalu mereka pun main sambil menunggu di jemput. Tiba-tiba ayah Vika datang. “Vikaaa… maaf ya ayah lama,” sahut Ayah. “Ayaahhh…. Selalu deh jemput aku lama, untung ada jawab Vika dengan ketus. “yaudah, maafin ayah ya, Eh kamu kan ada  film yang pengen di tonton, gimana kalo kita ke bioskop?” rayu Ayah. “Yes oke, oh ya yah. Anterin aku yuk!” ajak Vika. “Anterin kemana?” Tanya Ayah. “Mmm… tadi di sekolah, Mela ngasih ide. Kan aku suka banget kebab dan tau cara buatnya. Kata dia kenapa ga buka usaha kebab aja di rumah. Terus kalo aku pikir-pikir, ide dia bagus dan positif juga. Gimana yah?” Tanya Vika sambil melihat ayahnya. “Brilian banget tuh idenya, ayo ayah anter!” ajak Ayah. Vika dan Ayahnya pun tiba di salah satu supermarket di Cibinong. “Mmm…. beli ini yah. Eh ada yang kayu juga, beli ahhh” sahut Vika. “Yaudah ambil yang menurut kamu cocok dan bagus,” ujar Ayah. 
  “Yah, kayanya udah segini aja,” ujar Vika. “Oke, kita langsung aja bayar.” Sahut Ayah. Vika dan Ayah pun menuju kasir. Sambil menunggu giliran bayar, Vika pun menagih janji Ayahnya tadi. “Ayahhh… katanya kita mau nonton?” sahut Vika. “Iyaa, bayar dulu lah. Abis dari sini oke?” sahut Ayah. “Oke.” Jawab Vika. Setelah selesai, Vika dan Ayahnya pun langsung menuju mall, untuk nonton bioskop. “Ayaahhh nonton yang ini aja, seru bangettt,” sahut Vika. “Oke.” Jawab Ayah. “Mba, pesen buat 2 orang yah,” ujar Ayah kepada mbanya.
Setelah selesai nonton, mereka pun langsung pulang ke rumah. Sampainya di rumah, Vika membereskan barang-barang yang tadi dibeli. “Mmm, pasti abis pergi sama ayah ya?” sahut Bunda. “Eh bunda. Iya nih, tadi Mela ngidein buat bikin usaha kebab sendiri di rumah. Kan aku suka banget kebab, Terus setelah aku piker-pikir idenya bagus dan positif. Jadi tadi aku dan ayah langsung beli perlengkapannya,” Jelas Vika. “Wah bagus banget itu, Bunda dukung kamu sayang,” ujar Bunda. “Makasih bunda,” sahut Vika sambal memeluk bundanya.
“Vikaaa… udah belum beres-beres nya? Kalo udah ayah tunggu di depan rumah ya,” ujar Ayah. “Udah ko yah,” Jawab Vika sambil berjalan keluar rumah dan membawa perlengkapannya.
“Nah Vika, kita bakalan jualan disini,” jelas Ayah sambil menunjuk depan rumah.
“Oke juga, tempatnya lumayan besar. Pas banget untuk jualan yah,” jawab Vika.

SQUISHY PEWUJUD MIMPI
Oleh : Nathania Auralisya Berliany


Aku termenung, memikirkan apa yang akan kubuat untuk penilaian tugas kerajinan di sekolahku besok. Ya, karena nilai praktek SBdP ku selalu cukup dan tidak lebih, itu membuatku tidak bersemangat. Aku lebih suka penilaian tertulis, daripada penilaian praktek. Apalagi penilaian praktek pelajaran olahraga! Aduh.., susah! lebih baik praktikum IPA di laboratorium atau mempelajari tentang hewan! Menurutku itu lebih menyenangkan!
“Aduh, gimana ini? Aku pusing...,bingung” keluhku. Aku berfikir sambil menatap keluar jendela rumah. Tak ada angin tak ada hujan, kemudian muncullah ide di kepalaku. Ting!!
“Nah, mending cari aja di Mbah Google..kan tinggal dicari, dibaca, dibuat..jadi deh..!”
Kemudian aku mengambil laptop dan mencari artikel nya. Ku ketik “Kerajinan Tangan Dari Barang Yang Mudah dicari”. Lalu muncullah berbagai blog dan gambar-gambar yang cute! Aku jadi semangat lagi nih...
                                                         ***
“Siapkan spons, tisu, doubletape, spidol, atau cat akrilik..., oke sip! Barang-barangnya udah ada! Sekarang ayo kita buat!” Kalian tau, aku mau buat apa? Yap, Squishy!


Rujak Es Krim Ayu
Chairilla Queena Syifa

Di suatu desa lahirlah seorang bayi perempuan. Dia tumbuh menjadi sosok yang berparas cantik dan berambut lebat tergerai. Karena kecantikannya, ia diberi nama Ayu. Ayu lahir dari keluarga  yang tidak mampu. Bapaknya telah meninggal dunia sejak Ayu berumur dua tahun karena kecelakaan saat perjalanan  pulang dari pabrik  kayu tempat bapaknya bekerja. Ibunya adalah sesosok pribadi yang sabar, lembut, dan penyayang. Ibunya seorang penjual rujak buah keliling.
Setelah pulang sekolah, Ayu selalu  membantu ibunya keliling menjual rujak  sampai larut malam. Awalnya ibu tidak menjual rujak hingga larut malam. Tetapi semenjak  bapaknya meninggal, ibu bekerja lebih keras untuk menafkahi keluarganya.
Ayu duduk di kelas tiga SD Mawar Melati. Suatu hari saat Ayu pulang sekolah, ia melihat beberapa siswa yang sedang membeli es krim. Lalu ia melihat uang yang ada di dalam sakunya. “Uangku tidak cukup”, gumam Ayu dalam hati dengan suara melas.
Ayu kemudian melanjutkan perjalanan pulang. Perjalanan terasa lama walaupun jarak sekolah dengan rumah Ayu tidak begitu jauh. Tetapi karena Ayu berjalan dengan hati yang sedih dan kecewa, perjalanan itu terasa lama.
Sesampainya di rumah berpagar kayu yang hampir roboh, Ayu menghentikan langkah kakinya dan berjalan masuk ke dalam rumahnya. Ayu menyalami tangan ibunya yang basah karena air.




Judul Buku : Kecil-Kecil Belajar Bisnis
Penulis : Adrina Salma, dkk
Keunggulan Buku : 

Buku kumpulan cerita anak ini memuat kisah-kisah, mimpi dan harapan. Berisi pembelajaran bermakna dari setiap kisah yang disampaikan. Mengalir sesuai dengan gaya bahasa anak dan mudah dipahami. Dapat menjadi sarana menambah daftar bacaan anak Indonesia guna mendukung gerakan literasi.
Bulrb/Sinopsis :

Nadia, gadis kecil yang punya hobi memasak. Setiap hari ia membantu ibunya membuat kue untuk dijual di tokonya. Nadia punya tugas dari gurunya untuk membuat foto saat membantu orangtuanya. Nadia pun membuat foto ketika dia membantu ibunya membuat roti. Ia dibantu Cantika, adiknya dalam membuat foto.

Suatu hari, Ibu Nadia sakit. Nadia khawatir ibu tidak bisa membuat kue dan berjualan. Namun Nadia gembira karena ada tantenya yang membantu.
Bagaimana kisah keseruan Nadia? Juga cerita lain yang ada di buku ini? Jangan sampai terlewatkan, yuk baca kisah-kisahnya!

Bagi yang ingin memesan buku ini bisa langsung pesan ke nomor 0812-1400-7545 atau langsung klik di PenerbitMJB

Salam Inspirasi 

Powered by Blogger.