Menu
/

www.momsinstitute.com - Mom and Dad ketika sakit pastinya akan memeriksakan diri atau keluarga ke dokter. Setelah hasil pemeriksaan maka akan membawa pulang obat-obat yang sudah diresepkan oleh dokter. Terkadang obat resep dari dokter tak selalu ada di apotek rumah sakit. Jadi Mom and Dad harus keluar membeli di apotek sendiri. Kemudian ketika sakit yang sama melanda anggota keluarga lainnya, atau misalnya tertular virus yang sama namun Mom and Dad ingin memberikan obat yang sama pula sesuai resep dokter. Sebaiknya hati-hati memilih tindakan ini karena obat itu ada kategorinya ya Mom and Dad. Yuk kita pelajari jenis obat yang infonya sebenarnya sudah beredar dari Dinas Kementrian Kesehatan dan tim.


Jenis obat ada 3 yaitu :





  1. Lingkaran Hijau : Obat yang dapat dibeli tanpa resep dokter. Pada kemasan diberi tanda lingkaran hijau dengan garis tepi hitam. Dapat dibeli di apotek-apotek. 
  2. Lingkaran Biru : Obat keras yang masih dapat dibeli bebas tanpa resep dokter,namun penggunaannya harus memperhatikan informasi obat pada kemasan. Pada kemasan diberi tanda lingkaran biru dengan garis tepi hitam. Peringatan P No. 1 s/d No.6 berupa kotak berwarna hitam dengan tulisan putih.
  3. Lingkaran Merah : Obat yang hanya dapat dibeli dengan resep dokter. Pada kemasan diberi tanda lingkaran merah dengan garis tepi hitam. Di tengah ada huruf K berwarna hitam yang menyentuh garis tepi. 
Selain itu bukan hanya mengetahui jenis obat saja. Tetapi juga Mom and Dad harus tahu informasi pada kemasan obat. Hal tersebut untuk melihat komposisi dan reaksi serta jika ada penderita atau pasien tertentu yang tidak boleh mengkonsumsi obat-obat lainnya. 


Gunakanlah obat secara tepat danjuga baca informasi dengan cermat. Apa saja yang harus dibaca pada kemasan obat?

  1. Komposisi
  2. Indikasi
  3. Dosis dan cara pakai
  4. Efek Samping
  5. Kontra Indikasi
  6. Kadaluarsa
  7. HET
  8. No. Reg
  9. Produsen
Jika sudah membaca semua kemasan pada obat. Hal selanjutnya adalah menanyakan obat tersebut (boleh ketika konsultasi ke dokter dengan cara bertanya "Dok, saya diberikan obat apa saja dan khasiatnya apa?, dosisnya,cara menggunakannya, serta efek sampingnya?") Walaupun obat belum ada ditangan karena harus ditebus di apotek rumah sakit. Untuk apa? Memastikan informasi bahwa kita benar-benar mendapatkan obat yang cocok. Jadi bisa diskusikan dahulu ketika dokter menuliskan resep. Apalagi jika Mom and Dad membawa si kecil sakit yang tidak bisa minum obat pahit berupa tablet, diskusikan saja dengan dokternya untuk sirup. Atau jika si kecil memang sulit menerima obat sekalipun sirup, jika muntah terus penangannya bagaimana? Semua ini agar dokter memahami juga kondisi pasien di rumah saat pemberian obat sehingga dapat diberikan obat yang tepat untuk pasien dengan kondisi yang sulit meminum obat. 





Apa saja yang dapat ditanyakan tentang obat pada dokter atau petugas apoteker. Inilah panduan cerdas tanya 5 O, yaitu :

  1. Obat ini apa NAMA dan KANDUNGANnya?
  2. Obat ini apa KHASIATnya?
  3. Obat ini berapa DOSISnya?
  4. Obat ini bagaimana CARA MENGGUNAKANnya?
  5. Obat ini apa EFEK SAMPINGnya?



Banyak hal juga ya yang perlu kita ketahui tentang obat. Sekarang gunakan obat dengan bijak juga ya Mom and Dad. Tidak semua penyakit harus diberi obat dan antibiotik. Ada beberapa penyakit yang hanya dengan istirahat yang cukup, makan bergizi dan biarkan tubuh melawan kumannya. Tentu saja jika sakit berlanjut dan tak kunjung sembuh berarti harus konsultasi ke dokter. Untuk hasil pemeriksaan lebih lanjut. Jangan sedikit-sedikit beli obat tapi inisiatif sendiri ya,karena penggunaan obat tanpa tahu dosis yang tepat serta memakai obat yang harusnya dengan resep dokter tetapi berulang dikonsumsi sendiri akan membahayakan diri juga. 

Semoga Mom and Dad juga diberikan kesehatan sekeluarga dan selalu bahagia. Menuju Indonesia sehat dan bebas wabah penyakit. 


Salam Inspirasi 

18 comments

Kalau anak sakit biasanya saya gak langsung bawa ke dokter. Banyak minum air putih, istirahat dan kasih obat-obat tradisional seperti bawang merah dll. Kalau 2 hari masih demam baru deh ke dokter, tapi masalahnya anak saya susah banget minum obat... Jadi bingung. Huhuhuuu.

Reply

Lengkap bgt infonya..mkch ya

Reply

waktu masih jualan obat, selalu ngumpetin yg label merah di dalam hahaha

Reply

Waduh kaka, kenapa diumpetin. Hehehe asal jangan langganan minum aja Kak, sehat selalu ya kakak.

Reply

Sama-sama, semoga bermanfaat.

Reply

Semoga ananda selalu sehat dan ceria ya, jauh-jauh penyakit. Amiin.

Reply

Alhamdulillah, dapat ilmu rinci...

Reply

Wah.. aku baru tahu lho jenis-jenis obat itu bisa dilihat dari kode warnanya, selama ini kalo beli obat ya beli aja gak sampe perhatiin warna.. wah thanks share-nya ya Mbak ^^

Reply

Sama-sama Mba,semoga bermanfaat.

Reply

Ini penting banget diketahui oleh semua orang , ga asal minum obat saja ya

Reply

Saya baru tahu infonya mbak... makasih ilmunya yak ����

Reply

kereeen niih... aku baru tahu infonyaa...

Reply

wah bermanfaat banget ini, biasanya asal beli obat aja di apotek nggak pernah lihat buletan obat. Terimakasih.

Reply

iya mom Milda, semua orang perlu tahu lingkaran pada kemasan obat.

Reply

Sama-sama Mas, semoga bermanfaat.

Reply

terimakasih, semoga bermanfaat.

Reply

iya Mom, lebih tahu dahulu semua jenis obat sebelum membeli apalagi mengkonsumsinya.

Reply

Powered by Blogger.