Buku Antara Mengenang Dan Dikenang


MomsInstitute.com - Menulis menjadi sebuah terapi mengeluarkan kata dari pikiran. Merangkainya dan menyulamnya hingga semua ide tersalurkan. Bagi pemula untuk dapat menuliskan semua idenya memang terkadang membutuhkan proses panjang. Belajar untuk menuangkan ide pikiran hingga menjadi sebuah tulisan yang asyik dibaca. Menulis buku adalah keterampilan yang dapat ditekuni oleh setiap orang. Sama halnya dengan keterampilan memasak, menjahit dan keterampilan lainnya. Semua bisa dipelajari jika ada kemauan dan niat yang kuat untuk belajar.


Sebenarnya semua manusia adalah penulis. Buktikan saja dengan seseorang yang diminta menceritakan kisahnya sendiri, menceritakan sebuah kenangan nostalgia di masa kecil, masa sekolah, kuliah, kerja dan masa yang tak terlupa dari ingatannya. Akan mudah baginya, menceritakan satu peristiwa yang ke peristiwa lainnya. Jika kisahnya yang ia ceritakan dengan lancar dengan lisannya tidak salahnya dibuat buku hingga menjadi sebuah jejak karya yang abadi. Ya, buku adalah jembatan ilmu, buku adalah warisan ilmu yang abadi, buku adalah jendela dunia dan jendela pengetahuan lainnya. Dari sebuah buku banyak hal yang akan didapat, dari sebuah ilmu dari penulisnya, hikmah dari kisah yang inspiratif, motivasi hingga dapat mengubah kehidupan si pembaca ke arah yang lebih baik. 

Berbicara tentang buku, jadi ingat ketika aktif menulis buku berbagai genre. Baik menulis buku non fiksi remaja, kumpulan cerpen, puisi, menulis buku dongeng anak, bahkan menuliskan buku non fiksi anak-anak. Semua genre fiksi maupun non fiksi yang dipelajari memiliki tantangan yang berbeda. Belajar dengan penulis ahlinya adalah salah satu metode paling cepat. Karena jadi paham prakteknya dalam menuliskan sebuah karya. 

Jadi ingat tahun 2015 lalu, saya berkesempatan (momen yang bahagia) mengikuti audisi dengan salah satu penerbit Islami. Awal audisi saya dinyatakan gagal, namun karena masih kekurangan tim penulis buku tersebut maka ada kesempatan kedua untuk melamar. Tak saya sia-siakan, mengirim kembali hasil karya saya dan menanti dengan penuh doa. Alhamdulillah terpilih dari seluruh Nusantara diantara penulis lainnya yang ikut mendaftar. Bahkan ada pula yang dari luar negeri. Kejadian yang sungguh membahagiakan.

Briefing dari penerbit by email dan group FB pun dimulai. Satu persatu diamanahi tugas yang sungguh luarbiasa bikin hati saya berdebar dan air mata bercucuran. Ya, diminta menuliskan sebuah buku tentang peperangan Rosulullah SAW.

Sebulan deadline dan menyicil tulisan dari minggu pertama hingga keempat. Berteman editor yang baik hatinya, selalu merespon cepat ketika kegelisahan itu datang. Menjadi teman yang menguatkan tatkala semangat menulis turun. Karena ada kebimbangan tentang memantaskan diri untuk menuliskan sebuah kisah yang luarbiasa dari pejuang tangguh, Rosulullah SAW.  


Berikut, Tips Menulis Buku Anak yang dapat dipelajari :

  • Gunakan kalimat pendek, sekitar 6-10 kata.
  • Pilih bahasa yang digunakan mudah dimengerti, bahasa anak-anak.
  • Ada unsur mengajarkan kebaikan, mendidik lewat cerita
  • Jika menulis buku pelajaran sumber buku harus jelas.
  • Ketika menulis buku fiksi maka diksi yang dipilih adalah yang mudah dimengerti anak-anak.


Alhamdulillah, buku non fiksi kisah Rosulullah Teladan Utama "Pejuang Tangguh", akhirnya selesai juga ditulis. Kemudian terbit dan penerbit mengirimkan bukti terbit. Hingga saat ini buku non fiksi anak tersebut sangat berkesan dan menjadi memory yang indah dan tak bisa dilupakan. 



Mom, adakah disini yang memiliki kisah nostalgia dengan buku? Tidak harus buku yang ditulis sendiri atau karya sendiri. Bisa juga koleksi buku yang dibaca atau kisah menemukan buku yang tempo doeloe yang penuh perjuangan. Share yuk kisahnya di kolom komentar.
Disclimer : tulisan ini dibuat untuk #TantangNulis dari #BloggerFLP tentang #BukuNostalgia
#MenujuMunasFLP

Baca juga tulisan menginspirasi dari Blogger FLP Mba Milda Ini di blog Keluarga Nawra tentang buku yang wajib dibaca ibu hamil.



Salam Inspirasi 

6 komentar:

  1. Buku memang jadi sumber ilmu, dan pastinya ada banyak wawasan juga, jadi pengen bisa nulis buku

    BalasHapus
    Balasan
    1. Semoga nest bisa, belajar itu bertahap. Terima kasih

      Hapus
  2. wah seru juga,memang buku teman yang asyik dan tambah ilmu

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yup,baca buku tambah ilmu pastinya. Makasi.

      Hapus